Mata Pelajaran Susut, Jam Bertambah

 Kurikulum Baru Sekolah Mulai 2013. Diterapkan Bertahap, 2015 Menyeluruh

 “Perubahan tersebut memang menjadi kekhawatiran guru. Tetapi, guru ngak perlu khawatir karena jam pengajaran akan diatur tiap sekolah,”. (Harun, Kepala Dikbud Jatim)

Penerapan kurikulum baru resmi dimulai pada 2013. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap. Pengurangan mata pelajaran(mapel) juga dipastikan tidak mengurangi jam belajar siswa. Bahkan, aka nada penambahan jam pelajaran di jenjang SD dan SMP.

Kepala Dikbud Jatim harun mengatakan, dikbud siap menerapkan kurikulum baru itu. Menurut dia, guru tidak usah khawatir karena pengurangan mata pelajaran tidak akan berimbas pada frekuensi jam mengajar mereka.

Harun menuturkan, mapel SD akan berkurang dari sepuluh menjadi enam. Mapel di SMP berkurang dari 12 menjadi sepuluh. Mapel SD berkurang karena materi IPA dan IPS ditiadakan. Dua mapel itu akan menjadi tematik di semua mapel yang diajarkan di SD. Karena guru SD adalah guru kelas, pengurangan guru IPA dan IPS tidak akan berpengaruh.

Demikian pula guru SMP. Guru IPA dan IPS tetap akan mendapat jam mengajar. Karena dua materi itu dilebur ke mapel lain, akan ada penambahan jam pembelajaran untuk mapel-mapel lain tersebut. “Karena ada tematik di tiap mapel, jam pelajaran bertambah. Jadi, guru tidak perlu khawatir jam mengajarnya dikepras,’ jelas mantan kepala Disbudpar Jatim itu.

Namun, karena tematik merupakan materi baru pada sebuah mapel, sekolah membutuhkan tutor untuk mengimplementasikannya. “Memang, membuat tematik mapel IPA dan IPS ke pelajaran lain tidak mudah,” ujar Harun. Karena itu, sekolah harus membuat perubahan jam pengajaran dan perencanaan dengan baik.

Akan nada juga team teaching yang mengampu mata pelajaran tertentu sehingga guru dipastikan tidak kehilangan jam mengajar. “Perubahan tersebut memang menjadi kekhawatiran guru. Tetapi, guru nggak perlu khawatir karena jam pengajaran akan diatur tiap sekolah,”jelas Harun.

Jam belajar siswa kelas I SD, misalnya, akan bertambah dari 26 jam menjadi 30 jam per minggu. Demikian pula jam belajar siswa kelas I – IV. Dengan menambah jam belajar, pemerintah berharap, siswa tidak terlibat berbagai kenakalan remaja, seperti tawuran, karena waktu mereka banyak dihabiskan di sekolah. Dengan perubahan kurikulum itu, siswa diharapkan lebih produktif dan senang belajar. Begitu pula guru yang diharapkan lebih kreatif mengajar siswa.

Kurikulum Baru Menambah Jam Pembelajaran Per Minggu

Jenjang Sebelum 2013
SD kelas I 26 jam 30 jam
SD kelas II 27 jam 32 jam
SD kelas III 28 jam 34 jam
SD kelas IV, V, VI 32 jam 36 jam

Sekolah, kata Harun, tidak perlu khawatir. Sebab, penerapan kurikulum akan diujicobakan dan diterapkan secara bertahap. Untuk jenjang SD, misalnya, pada 2013 akan dimulai penerapan kurikulum baru untuk kelas I – IV, pada 2014 untuk kelas I – V, dan pada 2015 untuk semua kelas.

Harun menyadari bahwa sekolah membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kurikulum baru. Selain pengubahan jam pembelajaran, peniadaan materi IPA dan IPS untuk kemudian dimasukkan sebagai tematik ke materi lain membutuhkan konsep yang jelas. “Harus ada pendampingan untuk itu,” tuturnya.

Pengurangan Jumlah Mata Pelajaran

SD

SMP

Dari 10 menjadi 6 mata pelajaran.Mata pelajaran : Matematika, Bahasa Indonesia, Agama, Penjas, Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, serta Kesenian. Dari 12 menjadi 10 mata pelajaran.Mata Pelajaran : Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya dan Muatan Lokal, Jasmani dan Kesehatan, serta Prakarya.

Menurut Harun, Kemendikbud sudah melakukan tahap sosialisasi kurikulum baru itu. Pada tahap pertama disusun kurikulum di lingkungan internal Kemendikbud dengan melibatkan sejumlah Pakar. Pada tahap kedua dilakukan pemaparan desain kurikulum 2013 di depan wakil presiden dan ditindaklanjuti ke komisi X DPR.

Di tahap ketiga dilaksankan uji public pada 29 Nopember hingga Desember untuk mendapatkan tanggapan dari elemen masyarakat. “Selanjutnya, kami menunggu waktu untuk menyosialisasikan kurikulum baru tersebut,” terang Harun. (Yus)

Sumber : Jawa Post 5 Desember 2012

About yus2812 WebPress
Hi, My name is Muhamad Yusuf. My nick name is Yus. I live in Probolinggo. I work as teacher in the Minestry of Religion Kota Probolinggo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: